Zat Aditif dan Zat Adiktif | Pengertian, Jenis dan Efek Samping
Pengertian Zat Aditif & Zat Adiktif beserta
Jenis dan Efek Sampingnya
![]() |
|||
![]() |
|||



Hai teman-teman semua...!!!
Pada kesempatan pertama ini,
saya akan membagikan informasi penting, terutama teman-teman yang berusia antara
11 sampai 15 tahun. Yaitu tentang “Pengertian Zat Aditif dan Adiktif Beserta
Jenis dan Efek Sampingnya”. Selamat membaca....
Pengertian Zat Aditif dan Adiktif Beserta Jenis dan
Efek Sampingnya
Pengertian
Zat Aditif
Aditif makanan atau bahan tambahan
makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam
jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur,
flavor dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi
seperti protein, mineral dan vitamin.Penggunaan aditif makanan telah digunakan
sejak zaman dahulu. Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan
alami dan buatan atau sintetis.
Jenis-Jenis
Zat Aditif
Bahan aditif makanan dapat digolongkan
menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya, di antaranya:
- Penguat rasa
Monosodium Glutamat (MSG) sering
digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan
makanan. Adapun penguat rasa alami di antaranya adalah bunga cengkeh, pala,
merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar. Contoh penguat rasa buatan adalah
monosodium glutamat/vetsin, asam cuka, benzaldehida, amil asetat.
- Pemanis
Zat pemanis buatan biasanya
digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis. Beberapa jenis pemanis buatan
yang digunakan adalah sakarin, siklamat, dulsin, sorbitol dan aspartam.Pemanis
buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes, namun siklamat merupakan zat
yang bersifat karsinogen.
- Pengawet
Bahan pengawet adalah zat
kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan, karena serangan bakteri,
ragi, cendawan. Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah
reaksi oksidasi, pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.
Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan
kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim
paceklik tiba. Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat, natrium nitrat,
asam sitrat, dan asam sorbat.
- Pewarna
Warna dapat memperbaiki dan
memberikan daya tarik pada makanan. Penggunaan pewarna dalam bahan makanan
dimulai pada akhir tahun 1800, yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti
kunyit, daun pandan, angkak, daun suji, coklat, wortel, dan karamel.Zat warna
sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856, zat pewarna ini lebih
stabil dan tersedia dari berbagai warna.
- Pengental
Pengental yaitu bahan tambahan yang
digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang
dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu.Contoh pengental
adalah pati, gelatin, dan gum (agar, alginat, karagenan). dan masih banyak lagi
macam-macam zat aditif yang ada di sekitar kita.
Contoh Zat Aditif
Untuk lebih memahaminya simaklah contoh-contoh aditif yang ditambahkan ke dalam makanan :Bahan Pewarna
- Alami : Daun Pandan, Kunit, Daun Jati, wortel, buah naga, dan lain-lain.
- Buatan : Biri Berlian, Tartrazain, Kamoizin, Erotrosin, Yellow CFC dan lain-lain.
Bahan Pemanis
- Alami : Gula Tebu, Gula Aren, Madu dan lain-lain.
- Buatan : Dulsin, sakarin, siklamat aspartam dan lain-lain.
Bahan Pengawet
- Alami : Garam
- Buatan : Formalin, boraks dan lain-lain.
Bahan Penyedap
- Alami : Kunyit, kayu manis, lengkuas, lada, serai dan rempah-rempah lainnya.
- Buatan : Monosodium Glutamat (MSG) Garam inosinat, Garam Guaniat.
Antioksidan
- Alami : Vit C, Vit E
- Buatan : Butylated Hydroxyanisole dan Butylated Hydroxytoulene dan lain-lain,.
Efek samping menggunakan Zat Aditif
Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan
sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa
timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah
kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah mengatur
penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan
aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang
berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan
aditif makanan yang aman dan murah. Dikutipdari : https://id.wikipedia.org/
Pengertian Zat Adiktif
Zat adiktif adalah obat serta
bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup, maka dapat
menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang
sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus. Jika
dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa.
Contoh
Zat Adiktif
Tidak bisa pungkiri memang
keberadaan zat ini sudah sangat luas di sekitar masyarakat, Banyak memang yang
sudah mengetahui dampak-dampak negatif dari zat Adiktif ini, Namun bila
sesorang sudah kecanduan menggunakannya sehingga dia akan sangat sulit untuk
tidak menggunaknya lagi karna meamng zat ini menimbulkan ketergantungan atau
adiksi yang sulit dihentikan, Berikut ini beberapa produk yang mengandung zat
adiktif yang sering kita jumpai sehari-hari :
- Narkotika
- Kopi
- Rokok
- Minuman keras (Memabukkan) dll
Efek
samping Zat Adiktif
Tentu banyak sekali efeksamping dari
menggunakan zat ini, Yang paling sederhana adalah ketergantungan setelah itu
dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis, Over dosis bahkan Kematian oleh
sebab itu Agama maupun Negara sangat tidak menganjurkan untuk mengkonsumsi
produk yang mengandung zat adiktif.
Macam macam zat adiktif
ZAT ADIKTIF DAN
PSIKOTOPRIKA
A. ZAT ADIKTIF
1. Pengertian Zat Adiktif
Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang
pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan
ketergantungan psikologis yang panjang (drug dependence). Kelompok zat adiktif
adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari tanaman) atau bukan tanaman,
baik sintetik maupun semisintetik, yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
2. Macam
– macam Zat Adiktif
a. Ganja
Ganja atau mariyuana merupakan zat
adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga,
biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa) yang sudah kering.
Tanda-tanda penyalahgunaan ganja,
yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, santai dan lemah, banyak bicara sendiri,
pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur, dan mata
merah, serta tidak tahan terhadap cahaya dan badan kurus karena susah makan.
Tanda-tanda gejala putus obat (ganja), yaitu sukar tidur, hiperaktif, dan
hilangnya nafsu makan. Tanda-tanda gejala overdosis, yaitu ketakutan, daya
pikir menurun, denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat
gangguan jiwa.
b. Opium

Opium merupakan narkotika dari
golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau.
Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.
Opium digunakan untuk menghilangkan
rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
Namun dalam dosis berlebih dapat mengakibatkan kecanduan yang akhirnya
menyebabkan kematian.
Penggunaannya yang menyalahi aturan
dapat menimbulkan rasa sering mengantuk, perasaan gembira berlebihan, banyak
berbicara sendiri, kecenderungan untuk melakukan kerusuhan, merasakan nafas
berat dan lemah, ukuran pupil mata mengecil, mual, susah buang air besar, dan
sulit berpikir. Jika pemakaian obat ini diputus, akan timbul hal-hal berikut:
sering menguap, kepala terasa berat, mata basah, hidung berair, hilang nafsu
makan, lekas lelah, badan menggigil, dan kejang-kejang. Jika pemakaiannya
melebihi dosis atau overdosis, akan menimbulkan hal-hal berikut: tertawa tidak
wajar, kulit lembap, napas pendek tersenggal-senggal, dan dapat mengakibatkan
kematian.
c. Kokain
Kokain termasuk ke dalam salah satu
jenis dari narkotika. Kokain diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka
(Erythroxylum coca). Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik (pembius) dan
memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat ini
menjadikan pemakainya suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan
gelisah, detak jantung bertambah, demam, perut nyeri, mual, dan muntah. Seperti
halnya narkotika jenis lain, pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat
mengakibatkan kematian.
d. Sedativa dan Hipnotika (Penenang)
Beberapa macam obat dalam dunia
kedokteran, seperti pil BK dan magadon digunakan sebagai zat
penenang(sedativa-hipnotika). Pemakaian sedativa-hipnotika dalam dosis kecil
dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat membuat orang yang
memakannya tertidur.
Gejala akibat pemakaiannya adalah
mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, bicara
dan tindakan lambat. Jika sudah kecanduan, kemudian diputus pemakaiannya maka
akan menimbulkan gejala gelisah, sukar tidur, gemetar, muntah, berkeringat,
denyut nadi cepat, tekanan darah naik, dan kejang-kejang.
Jika
pemakaiannya overdosis maka akan timbul gejala gelisah, kendali diri turun,
banyak bicara, tetapi tidak jelas, sempoyongan, suka bertengkar, napas lambat,
kesadaran turun, pingsan, dan jika pemakaiannya melebihi dosis tertentu dapat
menimbulkan kematian.
e. Nikotin
Nikotin dapat diisolasi atau
dipisahkan dari tanaman tembakau. Namun, orang biasanya mengonsumsi nikotin
tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung ketika mereka
merokok. Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat menyebabkan meningkatnya
denyut jantung dan tekanan darah, bersifat karsinogenik sehingga dapat
meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru, kaki rapuh, katarak, gelembung
paru-paru melebar (emphysema), risiko terkena penyakit jantung koroner,
kemandulan, dan gangguan kehamilan.
f. Alkohol
Alkohol diperoleh melalui proses
peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan, singkong, dan
perasan anggur. Alkohol ini sudah dikenal manusia cukup lama. Salah satu
penggunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang
kedokteran.
Tanda-tanda gejala pemakaian
alkohol, yaitu gembira, pengendalian diri turun, dan muka kemerahan. Jika sudah
kecanduan meminum minuman keras, kemudian dihentikan
maka akan timbul gejala gemetar,
muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa. Jika overdosis akan
timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali turun, dan
banyak bicara sendiri.
3. Dampak
/ Efek yang Dapat Ditimbulkan Zat Adiktif
a.
Efek/Dampak
Penyalahgunaan Minuman AlkoholAlkohol dalam minuman keras dapat menyebabkan
gangguan jantung dan otot syaraf,mengganggu metabolisme tubuh, membuat janis
menjadi cacat, impoten serta gangguanseks lainnya.
b. Efek/Dampak Penyalahgunaan GanjaZat
kandungan dalam ganja yang berbahaya dapat menyebabkan daya tahan
tubuh berkurang dan melemah sehingga mudah terserang penyakit dan infeksi
sertamemperburuk aliran darah koroner.
c.
Efek/Dampak
Penyalahgunaan HalusinogenHalusinogen dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan
pendarahan otak.
d. Efek/Dampak Penyalahgunaan KokainZat
adiktif kokain jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan
kekurangansel darah putih atau anemia sehingga dapat membuat badan kurus kering.
Selain itukokain menimbulkan perforesi sekat hidung (ulkus) dan aritma pada
jantung.
e.
Efek/Dampak
Penyalahgunaan Opiat / OpiodaZat opioda atau opiat yang masuk ke dalam badan
manusia dapat mengganggumenstruasi pada perempuan / wanita serta impotensi dan
konstipasi khronuk pada pria /laki-laki.
f.
Efek/Dampak
Penyalahgunaan InhalasiaInhalasia memiliki dampak buruk bagi kesehatan kita
seperti gangguan pada fungsi jantung, otak, dan lever.
g.
Efek/Dampak
Penyalahgunaan Non ObatDalam kehidupan sehari-hari sering kita temui
benda-benda yang disalahgunakan oleh banyak orang untuk mendapatkan efek
tertentu yang dapat mengakibatkan gangguankesehatan. Contoh barang yang
dijadikan candu antara lain seperti bensin, thiner, racun serangga, lem uhu,
lem aica aibon. Efek dari penggunaan yang salah pada tubuh manusiaadalah dapat
menimbulkan infeksi emboli.
B.
PSIKOTROPIKA
Psikotropika
adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Berdasarkan
fungsinya obat psikotropika dibedakan menjadi tiga yaitu obat stimulan, obat
depresan, dan obat halusinogen:
o Obat
stimulan ( obat perangsang ) adalah obat yang merangsang system saraf sehingga
orang yang merasakan lebih pwecaya diri dan selalu waspada contoh obat ini
adalah, kafein nikotin dan kokain
o Obat
depresan ( obat penenang ) adalah obat yang dapat menekan system saraf sehingga
pemakaiannya merasa ngantuk dan tingkat kesadarannyaturun. Contoh obat jenis
ini adalah alcohol dan barbiturate
o Obat
halusinogen adalah obat yang dapat membelokkan pikiran pemakaiannya
Macam
– Macam Psikotropika
Zat adiktif
hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak semua psikotropika
menimbulkan ketergantungan. Berikut ini termasuk ke dalam golongan psikotropika
yang tidak membuat kecanduan, yaitu LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan
amfetamin. Penyalahgunaan kedua golongan psikotropika ini sudah meluas di
dunia.
a. LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
LSD merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan
halusinasi (persepsi semu mengenai sesuatu benda yang sebenarnya tidak ada).
Zat ini dipakai untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang mengalami
gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan cara membuat otot-otot
yang semula tegang menjadi rileks. Penyalahgunaan zat ini biasanya dilakukan
oleh orang-orang yang menderita frustasi dan ketegangan jiwa.
b. Amfetamin
Kita seringkali mendengar
pemberitaan di media massa mengenai penjualan barang-barang terlarang, seperti
ekstasi dan shabu. Ekstasi dan shabu adalah hasil sintesis dari zat kimia yang
disebut amfetamin. Jadi, zat psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak
diperoleh dari tanaman melainkan hasil sintesis. Pemakaian zat-zat tersebut
akan menimbulkan gejalagejala berikut: siaga, percaya diri, euphoria (perasaan
gembira berlebihan), banyak bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan,
berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan napas cepat. Jika overdosis akan
menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik, mengamuk, paranoid
(curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu tubuh tinggi,
kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat mengakibatkan kematian.
Jika sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan menimbulkan gejala putus obat
sebagai berikut: lesu, apatis, tidur berlebihan, depresi, dan mudah
tersinggung.
Dampak Negatif Zat Psikotropika
Orang yang
menggunakan obat psikotropika ajkan mengalami gangguan system saraf. Beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut.
- Narkotika dapat menyebabkan rasa sakit dan membuat sensasi sehingga pemakaianya merasa senang karena tidak terganggu masalah yang di hadapinya. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kematian.
- Kokain dapat diggunakan untuk pembiusan local. Kokain bersifat stimulan terhadap sistem saraf sehingga dapat meningkatkan stamina dan mengurangi kelelahan. Namun penggunan kokain hanya sementara biasanya diikuti dengan perasan tertekan dan takut (depresi). Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kematian jika penggunaanya tiba-tiba dihentikan pecandu akan menderita penyakit dengan tanda-tanda kejang-kejang, muntah, diare, berkeringat dan sukar tidur.
- Morfin dapatmenghilangkan rasa sakit. Namun, morfin menyebabkan rasa kantuk dan lesu, kebingunan, perasaan kebahagian yang berlebihan ( euforioa ), dan gangguan system pernapasan.
- Ekstasi dapat menimbulkan rasa segar dan penuh energi sehingga pemakaiannya merasa mengantuk. Namun, pemakaiobat ini mengurangi keinginan untuk minum sehingga dapat mengalami dehidrasi. Penggunaan dalam waktu lama menyebabkan kehilangan daya ingat dan kemampuan menggerakan badan.
C.
UPAYA
PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA
Kita semua
harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat
adiktif dan psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat,
dan pemerintah.
a. Peran Anggota Keluarga
Setiap
anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga
yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan
remaja ternyata merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat
tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab membimbing
anakanaknya agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena ketaqwaan
inilah yang akan menjadi perisai ampuh untuk membentengi anak dari
menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk yang mungkin datang dari
lingkungan di luar rumah.
b. Peran Anggota Masyarakat
Kita
sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap
anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain
itu, kita sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang
berwajib jika ada pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.
c.
Peran
Sekolah
Sekolah
perlu memberikan wawasan yang cukup kepada
para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi, keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba.
para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi, keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba.
d. Peran Pemerintah
Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dengan cara mengeluarkan aturan
hukum yang jelas dan tegas. Di samping itu, setiap penyalahguna, pengedar,
pemasok, pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu diberikan sanksi atau
hukuman yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang lain dari
kesalahan yang sama.
Nah, sekarang teman-teman semua pastinya
sudah tahu ya apa itu Zat Aditif dan Adiktif. Ingat jangan sampai kita
terpengaruh oleh teman, kelurga, sahabat, apalagi pacar untuk mengkonsumsi zat
yang terlarang. Karena masa depan teman-teman semua ditentukan oleh teman-teman
sendiri, lhoo!!
Sekian dari saya, Alfi. Semoga bermanfaat...











Komentar
Posting Komentar